S

sepi

SEPI

 

Sepi ini membangunkanku

Membangunkanku akan kenangan

Kenangan manis

Manis nan meringis

 

Sepi ini mengajarkanku

Mengajarkanku akan komunikasi

Komunikasi manis

Haruslah statis

Agar tidak berubah drastis

 

Sepi ini memberitahuku

Memberitahuku akan rindu

Rindu manis

Yang tak akan pernah terjadi

Yang tak akan pernah kembali

 

Sepi ini menjadikanku

Menjadikanku lebih kuat

Kuat menghadapi

Pahitnya akar harapan

Rumitnya akar kenyataan

Yang harus dilalui

 

Aku menikmati sepi ini

Berbicara Rindu

Berbicara Rindu

 

Aku sedang berbicara rindu

Berbicara rindu nan sendu

Nan sendu yang berujung rindu

 

Aku sedang berbicara rindu

Berbicara rindu nan kelabu

Nan kelabu yang berujung rindu

 

Aku sedang berbicara rindu

Berbicara rindu tanpa kata

Tanpa kata memproduksi rindu

 

Aku sedang berbicara rindu

Berbicara rindu tanpa nada

Tanpa nada tercipta rindu

 

Aku sedang berbicara rindu

Berbicara rindu pada senja

Pada senja rindu tak sampai

 

Aku sedang berbicara rindu

Berbicara rindu yang haru

Yang haru sangat rindu

 

Aku berbicara rindu

Berbicara rindu tanpa nyanyian merdu

Tanpa nyanyian merdu yang rindu

 

 

aku sedang berbicara rindu

berbicara rindu pada langit

langit hanya menghitam karena rindu

 

Aku sedang berbicara rindu

Berbicara rindu dengan hujan

Dengan hujan tafsirkan rindu

 

Aku sedang berbicara rindu

Berbicara rindu dengan rasa

Dengan rasa aku merindu

 

Aku sedang berbicara rindu

Berbicara rindu dengan prasangka

Dengan prasangka tak terjawab rindu

 

Aku sedang berbicara rindu

Berbicara rindu dengan imaji

Dengan imaji kuharap obat rindu

 

Mari (Tetap) Ber-Pancasila

Pancasila bukan ocehan receh,  bukan sekedar diviralkan,  bukan sekedar tulisan dan Pancasila bukan hanya 1 Juni saja.  Tapi,  Pancasila harus diterapkan sekarang dan sepanjang hayat. Jangan-jangan asas Pancasila sudah gugur dan hanya sekedar tulisan, bacaan,  viral,  dan ocehan receh belaka. Saya dapat sebuah pesan melalui peaan ini malah saya melihat banyak yang gugur makna Pancasila. Coba kita baca dan kita pahami, bukan sekedar pahami tapi sadari juga. 

​Pernah ikut penataran P4 selama 100 jam? Aku pernah, waktu pertama masuk kuliah. Sebagai pengingat, saya mau posting butir-butir Pancasila yang sudah lama dilupakan agar ada jejak digitalnya, yekan?

BUTIR-BUTIR PEDOMAN PENGHAYATAN DAN PENGAMALAN PANCASILA

  

Lima asas dalam Pancasila dijabarkan menjadi 36 butir pengamalan, sebagai pedoman praktis bagi pelaksanaan Pancasila.
Butir-butir Pancasila ditetapkan dalam Ketetapan MPR No. II/MPR/1978 tentang Ekaprasetia Pancakarsa.

I. SILA PERTAMA : KETUHANAN YANG MAHA ESA
1. Percaya dan Takwa kepada Tuhan Yang Maha Esa sesuai dengan agama dan kepercayaan masing-masing menurut dasar kemanusiaan yang adil dan beradab.

2. Hormat menghormati dan bekerjasama antar pemeluk agama & penganut-penganut kepercayaan yang berbeda-beda sehingga terbina kerukunan hidup.

3. Saling hormat-menghormati kebebasan menjalankan ibadah sesuai dengan agama dan kepercayaannya.

4. Tidak memaksakan suatu agama dan kepercayaan kepada orang lain.

II. SILA KEDUA : KEMANUSIAAN YANG ADIL DAN BERADAB

1. Mengakui persamaan derajat, persamaan hak dan persamaan kewajiban antara sesama manusia.

2. Saling mencintai sesama manusia.

3.Mengembangkan sikap tenggang rasa.

4. Tidak semena-mena terhadap orang lain.

5. Menjunjung tinggi nilai-nilai kemanusiaan.

6. Gemar melakukan kegiatan kemanusiaan.

7. Berani membela kebenaran dan keadilan.

8. Bangsa Indonesia merasa dirinya sebagai bagian dari seluruh umat manusia, karena itu kembangkan sikap hormat-menghormati dan bekerjasama dengan bangsa lain.

III. SILA KETIGA : PERSATUAN INDONESIA
1. Menempatkan kesatuan, persatuan, kepentingan, dan keselamatan bangsa dan negara di atas kepentingan pribadi atau golongan.

2. Rela berkorban untuk kepentingan bangsa dan negara.

3. Cinta Tanah Air dan Bangsa.

4. Bangga sebagai Bangsa Indonesia dan bertanah Air Indonesia.

5. Memajukan pergaulan demi persatuan dan kesatuan bangsa yang ber-Bhinneka Tunggal Ika.

IV. SILA KEEMPAT : KERAKYATAN YANG DIPIMPIN OLEH HIKMAT KEBIJAKSANAAN DALAM PERMUSYAWARATAN / PERWAKILAN
1.Mengutamakan kepentingan Negara dan masyarakat.

2. Tidak memaksakan kehendak kepada orang lain.

3.Mengutamakan musyawarah dalam mengambil keputusan untuk kepentingan bersama.

4. Musyawarah untuk mencapai mufakat diliputi semangat kekeluargaan.

5. Dengan itikad baik dan rasa tanggung jawab menerima dan melaksanakan hasil musyawarah.

6. Musyawarah dilakukan dengan akal sehat dan sesuai dengan hati nurani yang luhur.

7. Keputusan yang diambil harus dapat dipertanggung-jawabkan secara moral kepada Tuhan Yang Maha Esa, menjunjung tinggi harkat dan martabat manusia serta nilai-nilai kebenaran dan keadilan.

V. SILA KELIMA : KEADILAN SOSIAL BAGI SELURUH RAKYAT INDONESIA
1.Mengembangkan perbuatan  luhur yang mencerminkan sikap dan suasana kekeluargaan dan gotong-royong.

2. Bersikap adil.

3. Menjaga keseimbangan antara hak dan kewajiban.

4. Menghormati hak-hak orang lain.

5. Suka memberi pertolongan kepada orang lain.

6. Menjauhi sikap pemerasan terhadap orang lain.

7. Tidak bersifat boros.

8. Tidak bergaya hidup mewah.

9. Tidak melakukan perbuatan yang merugikan kepentingan umum.

10. Suka bekerja keras.

11. Menghargai hasil karya orang lain. 

12. Bersama-sama berusaha mewujudkan kemajuan yang merata dan berkeadilan sosial

___

*Sebarkan, jangan berhenti di kamu. 

#PekanPancasila*

Pernah dapat di pesanmu?

Bagaimana denganmu? 

Jangan-jangan semua sudah gugur didalam dirimu,  didalam sanubarimu.  Hanya sekedar tulisan,  bacaan,  memviralkan,  dan ocehan receh belaka. 

Saya Indonesia

Saya Pancasila

Selamat berpancasila! 

Tidurlah

Tidurlah amarah

Tidurlah cacimaki

Tidurlah benci

Tidurlah emosi

Tidurlah cela

Tidurlah sakit hati

Tidurlah kecil hati

Tidurlah hati kecil 

Tidurlah kecewa

Tidurlah carutmarut

Tidurlah rasis

Tidurlah munafik

Tidurlah fanatik

Tidurlah harapan palsu

Tidurlah keadilan

Tidurlah kepekaan

Tidurlah 

Tidakkah kalian lelah? 

Karena sesungguhnya

Semesta tak pernah tidur

Menikmati Alam

Menikmati Alam

Menikmati alam yang disediakan sang Pencipta

Sayangnya,  alam sering dirusak oleh ciptaanNya

Yang menginginkan alam baka

Dengan cara…  

Ah,  sudahlah…  Yang penting alam baka

Alam telah 

Ringkih

Rapuh

Tak berdaya

Lemah

Alam raya maupun alam hukum